Join & Get Updates

Friday, January 25, 2013

Pencetus Sistem Monorel

HENRY ROBINSON PALMER (1795-1844)
Dampak pertumbuhan transportasi yang pesat menimbulkan kemacetan yang sangat parah. Tidak hanya di Indonesia, di berbagai negara belahan dunia pun mengalami hal yang serupa. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi kemacetan salah satunya dengan membangun monorel. Monorel merupakan salah satu moda transportasi yang berbasis rel tunggal dengan penggerak berupa motor listrik. Sistem transportasi ini dapat dijadikan alternatif angkutan massal perkotaan.

Sistem monorel pertama kali diperkenalkan oleh seorang insinyur asal Inggris Henry Robinson Palmer pada tahun 1825. Pria kelahiran tahun 1795 di Hackney Kota London, merupakan anak dari pasangan Samuel Palmer dan Elizabeth née Walker. Semenjak kecil ia sudah termasuk sosok yang cerdas, berbakat dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Masa pendidikan sekolah dasar, Palmer dididik langsung oleh ayahnya.

Karier intelektual Palmer sudah terlihat pada usia muda. Pada 1818, Palmer menjadi salah satu pencetus sekaligus pendiri Institution of Civil Engineers (ICE) yang merupakan asosiasi profesional yang mewakili insinyur sipil di pusat Kota London. Palmer kemudian mengembangkan kariernya dengan pindah ke Westminster untuk menjadi konsultan bidang survei desain dan konstruksi kereta api. Ia juga mendesain dermaga di beberapa pelabuhan di Port Talbot, Ipswich, Penzance, dan Neath. Namun yang paling menonjol ketika Palmer berhasil mendesain kereta api di kota Kentish.

Kereta Monorel Suspensi Palmer, 1822.
(Gambar dari: http://www.gracesguide.co.uk/)
Setelah lama berkarir sebagai konsultan, pada tahun 1821 Farmer menuangkan idenya tentang monorel dengan membuat buku pendek yang berjudul Deskripsi Kereta Api pada suatu Prinsip baru. Tentu saja pemikiran Palmer banyak mengagetkan banyak para ahli dan pemerintah Inggris dikala itu. Puncaknya ketika Palmer mendemontrasikan penemuannya ini dihadapan parlemen agar mendapatkan dukungan untuk mengembangkan sistem transportasi monorel pada tahun 1825. Meskipun pada awal percobaannya monorel buatan Palmer ini memiliki satu mesin tenaga kuda (horse power) monorel jenis pertama ini memiliki fungsi untuk membawa batu bata, tapi pada saat pembukaannya difungsikan untuk membawa penumpang.

Pada tahun berikutnya Palmer mengembangkan monorel untuk transportasi penumpang dengan menggunakan desain Deptford Dockyard di Tenggara London. Sehingga Berdasarkan paten oleh Henry Robinson Palmer, Kereta Api Cheshunt Railway menjadi pelopor pertama sebagai monorel pertama dengan membawa penumpang di pembukaannya. Penemuannya sistem monorel ini mendapatkan US paten bernomor 1184618.

Sejarah monorel ini terus berlanjut, Pada tahun 1876 di Philadelpia Centennial untuk pertama kali kereta monorel menggunakan mesin uap sebagai penggeraknya. Pada tahun 1929, inovasi monorel lebih berkembang lagi dengan munculnya monorel pertama yang menggunakan tenaga listrik sebagai penggeraknya. Dengan kecepatan 160 km/jam, kereta ini digunakan untuk menghubungkan London dan Paris.

Sebagian besar literatur menyebutkan monorel merupakan sebuah rel dengan jalur yang terdiri dari rel tunggal, berlainan dengan rel tradisional yang memiliki dua rel paralel. Rel pada monorel terbuat dari beton dan roda keretanya terbuat dari karet, sehingga tidak sebising kereta konvensional.

Dimasa kini, monorel merupakan MRT (mass rapid transit) sebagai moda angkutan yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah yang banyak (massal) dengan frekuensi dan kecepatan yang sangat tinggi. MRT memiliki jalur tertentu dan biasanya tidak mengambil ruang kota yang luas. MRT jenis ini biasanya memiliki jalur di atas jalan raya dan yang ditopang dengan tiang-tiang yang sekaligus berfungsi untuk membentuk lintasan monorel. Berbeda dengan MRT lainnya, monorel biasanya hanya terdiri atas satu rute dengan sistem lintasan loop dengan beberapa stasiun pemberhentian yang menghubungkan dengan MRT lainnya maupun langsung ke lokasi kegiatan tertentu. Penggunaan monorel sudah banyak dikembangkan di kota-kota metropolitan di dunia antara lain Moskow, Tokyo, dan Sydney.

Henry Robinson Palmer meninggal 12 September 1844, di kediamannya di Jalan Great George, Westminster. Ia meninggal pada usia 49 tahun karena penyakit Edema yakni berlebihnya zat cair di dalam jaringan tubuh. Sampai sekarang, pemikiran sistem monorel Palmer banyak diadopsi untuk mengatasi masalah kemacetan di kota-kota besar seluruh dunia.*** [EKA | DARI BERBAGAI SUMBER | FITRIANSYAH | PIKIRAN RAKYAT 17012013]
Note: This blog can be accessed via your smart phone.Enhanced by Zemanta
Kindly Bookmark and Share it: